
Kendal – Kondisi cuaca ekstrem
dan banjir yang melanda beberapa titik di desa Kalibuntu Wetan dan dan
sekitarnya tidak menyurutkan semangat MIN 1 Kendal untuk melaksanakan kegiatan
peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, Sabtu (17/01/’26). Meski harus
menerjang banjir, ratusan murid MIN 1 Kendal tetap berangkat mengikuti kegiatan
tersebut. Siswa yang tidak hadir karena terdampak banjir juga tetap mengikuti
rangkaian acara melalui siaran langsung di kanal YouTube MIN 1 Kendal.
Siswa-siswa MIN 1 Kendal sangat
antusias dalam acara yang menghadirkan Kak Wartono sebagai pembicara. Sebelum
Kak Wartono bercerita, acara dengan didahului dengan lantunan shalawat oleh
grup Rebana El-Amin MIN 1 Kendal, serta pembacaan lantunan ayat-ayat suci
Alquran oleh Azka Syauqiya Assifa dari kelas 6C Kesultanan Dompu.
Subiyono, kepala MIN 1 Kendal,
menuturkan bahwa tema peringatan Isra Mi’raj kali ini adalah “Salat Membentuk
Karakter Generasi Umat Islam yang Disiplin”. Menurutnya, salat memiliki
keterkaitan yang sangat erat dengan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW.
Hal tersebut karena Rasulullah, selepas pulang dari perjalanan Isra Mikraj,
membawa oleh-oleh utama berupa perintah salat.
“Salat merupakan sarana komunikasi kita dengan Allah SWT. Ketika salat, kita bisa menyampaikan doa, harapan, atau keinginan apapun kepada Allah SWT.,” tutur Subiyono.
Subiyono menambahkan, bahwa salat
akan akan menambah energi bagi tiap orang yang melaksanakannya. Itu karena salat
ibarat HP yang di-charge. Ketika baterai HP tinggal 1% tidak di charge,
maka HP akan mati. Tapi begitu di-charge, maka energinya akan bertambah.
Adapun Kak Wartono dalam
ceramahnya memaparkan sejarah singkat perjalanan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW.
Ia juga memotivasi para murid untuk senantiasa meningkatkan ibadah salat dan
berakhlakul karimah melalui hikmah peringatan Isra’ Mikraj. Dalam kesempatan
itu, Kak Wartono juga memaparkan 4 tanda-tanda atau ciri-ciri anak sholih yang
disampaikan melalui lagu “Alamate Anak Sholih”.
“Diantara ciri-ciri anak sholih
yaitu: bertutur kata yang santun dan baik kepada siapapun, menghormati,
menaati, dan berbakti kepada kedua orang tua,
berlaku kasih serta baik kepada adik-adik, saudara dan orang lain, serta
mengamakan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari”. (Sulis/zh)
« Prev Post
Next Post »
