Kendal – Pagi itu, suasana di MIN
1 Kendal tidak seperti biasanya. Kegiatan rutin PKP (Pembiasaan Karakter
Pancasila) yang dilaksanakan tiap pagi sebelum memulai pembelajaran, biasanya
diisi secara bergilir oleh guru MIN 1 Kendal sebagai penyampai amanat pesan.
Tapi, di Rabu pagi (19 Agustus
2026) itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kendal, H. Taufiqur Rahman,
secara khusus hadir sebagai penyampai pesan amanat. Pada kesempatan itu, ia
memberikan penguatan dan apresiasi tertinggi terhadap pelaksanaan PKP yang
selama ini telah diterapkan di MIN 1 Kendal. Selain mengisi PKP, ia juga
meresmikan laboratorium MIPA dan Anjungan Adiwiyata MIN 1 Kendal.
Pada kesempatan itu, hadir pula
Ali Ansori (Ka.Sie Dikmad), Samsuddin (Ka. Subag TU), Nurul Khotimah (Pengawas
MI Kec. Kendal), TIM Protokol Kemenag Kendal, serta pengurus Komite MIN 1 Kendal.
PKP diawali dengan menyanyikan
Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, melafalkan Pancasila, serta membaca Surat
Al-Fatihah dan Asmaul Husna yang dipimpin petugas dari kelas 5 Kesultanan Wajo,
Kirana Putri Assyfa. Setelah itu, Taufiqur Rahman pun menyampaikan pesan
karakter kepada murid-murid MIN 1 Kendal yang jumlahnya hampir mencapai 900
murid tersebut.
Dalam amanatnya, Taufiqur Rahman menyatakan
bahwa ada sembilan indikator pilar pendidikan karakter yang mencakup perilaku
nyata dalam kehidupan sehari-hari. Dari sembilan indikator itu, dapat disarikan
menjadi empat hal, yaitu religius, nasionalis, mandiri, dan gotong royong. Dan
menurutnya, empat hal itu semuanya bisa ia lihat dalam kegiatan PKP MIN 1
Kendal.
Ia pun memaparkannya, mulai dari aspek religius dengan membaca doa Bersama, nasionalis dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan mandiri, terlihat dari semua murid dari kelas satu sampai enam, yang tanpa diarahkan dan diatur, bisa berjalan dari kelas sampai Lokasi PKP dengan keadaan rapi baris berbaris.
“Bisa seperti ini pasti karena
sudah terbiasa, bukan settingan (karena kedatangan saya),” tutur
Taufiqur Rahman.
Adapun aspek gotong royong,
lanjut Taufiqur Rahman, terlihat ketika ditemukan anak yang tidak enak badan
selama kegiatan PKP berlangsung. Para murid dan guru dengan sigap membantu anak
tersebut dan membawanya untuk ditangani dengan baik.
“Karena itu, saya menyampaikan Great
Appreciation, yaitu apresiasi yang setinggi-tingginya kepada MIN 1 Kendal,”
tutur Taufiqur Rahman bangga.
Mengakhiri pesan karakter, Taufiqur Rahman berpesan agar murid MIN 1 Kendal selalu menghormati guru dan orang yang lebih tua, serta selalu belajar dengan giat. Ia juga memberi motivasi agar para murid jangan sampai merasa takut untuk merasa lelah dalam menuntut ilmu. Itu karena ilmu yang dipelajari hari ini, pasti akan menjadi bekal untuk kehidupan di masa depan.
“Barang siapa yang tidak pernah
merasakan pahitnya belajar walaupun hanya sesaat, maka ia akan merasakan
hinanya kebodohan,” pesan Taufiqur Rahman. (Sulis-zh)
« Prev Post
Next Post »


